KEDIRI - Kongres PSSI belum berlangsung, namun Wali Kota Kediri Samsul Ashar sudah memastikan bahwa Persik akan berlaga di kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI) untuk musim depan.
Menurut ketua umum Persik tersebut, tim yang akan berlaga di LPI nanti adalah tim "Persik Baru". "Timnya baru, tim yang seperti Persik, tapi bukan Persik yang sekarang ini," kata wali kota yang juga seorang dokter tersebut kemarin (7/7).
Tim yang akan berlaga di kompetisi LPI tersebut adalah tim bentukan baru yang "menyerupai" Persik. Meski tim baru, menurutnya tim yang menjiwai Macan Putih yang selama ini berlaga di ajang Divisi Utama. Seperti halnya tim Persebaya 1927 yang sekarang ini berlaga di ajang LPI.
Sementara itu, untuk Persik yang sekarang, ungkap mantan ketua IDI Kota Kediri tersebut, akan tetap berada di bawah naungan PSSI. "Persik yang PSSI akan tetap ada dan tetap berkompetisi," sebutnya.
Hanya saja, karena dana untuk tim yang berlaga di ajang PSSI sudah dibatasi, Samsul memastikan untuk selanjutnya Persik lama akan berkompetisi di tingkat pembinaan. "Jadi nanti ada dua tim," sebut pria yang sudah dua tahun menjabat sebagai ketua umum Persik itu. Dengan begitu, Persik yang sekarang kemungkinan akan berlaga di ajang Divisi I PSSI atau yang ada di bawahnya.
Seperti diberitakan, menjelang kongres luar biasa PSSI yang digelar Sabtu 9 Juli besok, Samsul Ashar memastikan bahwa Persik akan bergabung ke LPI. Hal itu mengakhiri wacana yang beberapa waktu terakhir berkembang. Hal itu tak lepas dari ancaman tak diberbolehkannya dana APBD untuk membiayai tim sepak bola profesional seperti Persik.
Samsul juga memastikan "Persik Baru" tersebut sudah mendapatkan satu tempat di LPI. Sehingga, dalam kompetisi LPI selanjutnya timnya akan menjadi salah satu kontestannya.
Dengan kepastian tersebut, Persik sangat berharap pucuk pimpinan PSSI selanjutnya dijabat oleh orang-orang yang melahirkan LPI. Yakni Arifin Panigoro dan George Toisutta. Sehingga langkah untuk berkompetisi di ajang tersebut akan menjadi lebih mudah.
Kamis, 07 Juli 2011
LPI Akan Verifikasi Klub Peserta
Surabaya (beritajatim.com) - Setelah menetapkan regulasi anyar terkait pemain asing, Liga Primer Indonesia (LPI) kembali melakukan pergerakan. Merujuk pada standar otoritas sepakbola di Asia, AFC, seluruh klub LPI akan diverifikasi ulang.
Aspek yang akan diverifikasi meliputi lima hal, yaitu infrastruktur, finance, legal, administrasi, serta sporting. Lima aspek ini juga menjadi standar yang ditetapkan oleh PT Liga Indonesia (PTLI) untuk memverifikasi pesertanya. "Kita akan bentuk tim kerja untuk melakukan verifikasi ke tiap klub. Mereka akan aktif pertengahan Juli mendatang," jelas Head of Competition LPI, Hendriyana dalam rilis kepada beritajatim.com, Kamis (7/7/2011) siang.
Infrastruktur yang dimaksud antara lain, kondisi fisik stadion, mes pemain, serta lapangan tempat latihan. Finance meliputi sumber dana berikut pengelolaan keuangan. Aspek legal mengatur keabsahan sebuah klub secara hukum. Sedangkan aspek administrasi adalah kelengkapan kantor sebuah klub berikut personelnya. Sementara aspek terakhir yakni sporting adalah terkait pembinaan usia muda. "Nantinya masing-masing klub harus melakukan itu, bisa diawali dengan pembentukan tim U-21," lanjut Hendriyana.
Saat ini LPI tengah memfokuskan untuk verifikasi stadion, baik itu kualitas lapangan, penerangan hingga saluran irigasinya. Tiap klub nantinya harus menandatangani semacam memorandum of understanding (MoU) tentang ijin pemakaian stadion dengan pengelola atau pemilik, minimal satu tahun. "Perjanjian ini penting untuk mencegah terjadinya pembatalan pertandingan karena stadion dipakai untuk keperluan lain. Misalnya untuk menggelar pertandingan di luar LPI, atau pengelola lagi butuh untuk kegiatan di luar sepakbola," jelasnya. Kasus ini sempat dialami Bandung FC, Jakarta FC dan Batavia Union.
Aspek yang akan diverifikasi meliputi lima hal, yaitu infrastruktur, finance, legal, administrasi, serta sporting. Lima aspek ini juga menjadi standar yang ditetapkan oleh PT Liga Indonesia (PTLI) untuk memverifikasi pesertanya. "Kita akan bentuk tim kerja untuk melakukan verifikasi ke tiap klub. Mereka akan aktif pertengahan Juli mendatang," jelas Head of Competition LPI, Hendriyana dalam rilis kepada beritajatim.com, Kamis (7/7/2011) siang.
Infrastruktur yang dimaksud antara lain, kondisi fisik stadion, mes pemain, serta lapangan tempat latihan. Finance meliputi sumber dana berikut pengelolaan keuangan. Aspek legal mengatur keabsahan sebuah klub secara hukum. Sedangkan aspek administrasi adalah kelengkapan kantor sebuah klub berikut personelnya. Sementara aspek terakhir yakni sporting adalah terkait pembinaan usia muda. "Nantinya masing-masing klub harus melakukan itu, bisa diawali dengan pembentukan tim U-21," lanjut Hendriyana.
Saat ini LPI tengah memfokuskan untuk verifikasi stadion, baik itu kualitas lapangan, penerangan hingga saluran irigasinya. Tiap klub nantinya harus menandatangani semacam memorandum of understanding (MoU) tentang ijin pemakaian stadion dengan pengelola atau pemilik, minimal satu tahun. "Perjanjian ini penting untuk mencegah terjadinya pembatalan pertandingan karena stadion dipakai untuk keperluan lain. Misalnya untuk menggelar pertandingan di luar LPI, atau pengelola lagi butuh untuk kegiatan di luar sepakbola," jelasnya. Kasus ini sempat dialami Bandung FC, Jakarta FC dan Batavia Union.
Langganan:
Postingan (Atom)

