Selasa, 23 Agustus 2011

PERSEBAYA TAMPIL PINCANG


Menghadapi Timnas Indonesia U-23, Rabu (24/8/2011) malam di stadion Gelora 10 Nopember, Persebaya dalam kondisi pincang. Tim berjuluk Bajul Ijo ini tak akan didampingi dua organ pentingnya, yakni pelatih Aji Santoso dan Andik Vermansyah. Meski begitu Bajul Ijo janji tampil all out.

Aji dan Andik memang bergabung dengan Timnas U-23. Aji ditunjuk sebagai asisten pelatih mendampingi Rahmad Darmawan. Mantan kapten Timnas Indonesia itu sudah pasti meninggalkan tim yang baru setahun dibesutnya itu.

"Bagi kami headcoach tetap Aji Santoso. Karena sampai saat ini belum ada keputusan. Kan hingga detik ini belum ada sign kontrak," kata asisten pelatih Ibnu Grahan.

Sedangkan dengan bergabungnya Andik ke Timnas membuat posisi sayap kiri kosong. Sebagai gantinya, Ibnu akan memainkan Arif Ariyanto. Arif akan disandingkan dengan Rendi Irwan, Taufiq dan Jusmadi.

"Jusmadi kita turunkan untuk mengisi posisi John Tarkpor," lanjut Ibnu. Sedangkan di sektor belakang, Persebaya belum bisa memainkan Otavio Dutra. Sebagai gantinya tim pelatih memainkan duet Johan Ibo dan Nur Fasta.

"Dutra masih baru berlatih dengan kita. Dia juga masih merasa sakit di pangkal pahanya," lanjutnya.

Ibnu mensyukuri karena timnya akan bermain malam hari. Dengan begitu, pemain bisa mengeksplor tenaga setelah seharian puasa. "Saya rasa ada Coach Aji atau tidak sama saja, tinggal aplikasi di lapangan saja. Kita tetap main seperti saat ada coach Aji. Main organisasi," tutup Ibnu. [sya/but]

Kamis, 07 Juli 2011

Tim Baru Persik ke LPI

KEDIRI - Kongres PSSI belum berlangsung, namun Wali Kota Kediri Samsul Ashar sudah memastikan bahwa Persik akan berlaga di kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI) untuk musim depan.

Menurut ketua umum Persik tersebut, tim yang akan berlaga di LPI nanti adalah tim "Persik Baru". "Timnya baru, tim yang seperti Persik, tapi bukan Persik yang sekarang ini," kata wali kota yang juga seorang dokter tersebut kemarin (7/7).

Tim yang akan berlaga di kompetisi LPI tersebut adalah tim bentukan baru yang "menyerupai" Persik. Meski tim baru, menurutnya tim yang menjiwai Macan Putih yang selama ini berlaga di ajang Divisi Utama. Seperti halnya tim Persebaya 1927 yang sekarang ini berlaga di ajang LPI.

Sementara itu, untuk Persik yang sekarang, ungkap mantan ketua IDI Kota Kediri tersebut, akan tetap berada di bawah naungan PSSI. "Persik yang PSSI akan tetap ada dan tetap berkompetisi," sebutnya.

Hanya saja, karena dana untuk tim yang berlaga di ajang PSSI sudah dibatasi, Samsul memastikan untuk selanjutnya Persik lama akan berkompetisi di tingkat pembinaan. "Jadi nanti ada dua tim," sebut pria yang sudah dua tahun menjabat sebagai ketua umum Persik itu. Dengan begitu, Persik yang sekarang kemungkinan akan berlaga di ajang Divisi I PSSI atau yang ada di bawahnya.

Seperti diberitakan, menjelang kongres luar biasa PSSI yang digelar Sabtu 9 Juli besok, Samsul Ashar memastikan bahwa Persik akan bergabung ke LPI. Hal itu mengakhiri wacana yang beberapa waktu terakhir berkembang. Hal itu tak lepas dari ancaman tak diberbolehkannya dana APBD untuk membiayai tim sepak bola profesional seperti Persik.

Samsul juga memastikan "Persik Baru" tersebut sudah mendapatkan satu tempat di LPI. Sehingga, dalam kompetisi LPI selanjutnya timnya akan menjadi salah satu kontestannya.

Dengan kepastian tersebut, Persik sangat berharap pucuk pimpinan PSSI selanjutnya dijabat oleh orang-orang yang melahirkan LPI. Yakni Arifin Panigoro dan George Toisutta. Sehingga langkah untuk berkompetisi di ajang tersebut akan menjadi lebih mudah.

LPI Akan Verifikasi Klub Peserta

Surabaya (beritajatim.com) - Setelah menetapkan regulasi anyar terkait pemain asing, Liga Primer Indonesia (LPI) kembali melakukan pergerakan. Merujuk pada standar otoritas sepakbola di Asia, AFC, seluruh klub LPI akan diverifikasi ulang.

Aspek yang akan diverifikasi meliputi lima hal, yaitu infrastruktur, finance, legal, administrasi, serta sporting. Lima aspek ini juga menjadi standar yang ditetapkan oleh PT Liga Indonesia (PTLI) untuk memverifikasi pesertanya. "Kita akan bentuk tim kerja untuk melakukan verifikasi ke tiap klub. Mereka akan aktif pertengahan Juli mendatang," jelas Head of Competition LPI, Hendriyana dalam rilis kepada beritajatim.com, Kamis (7/7/2011) siang.

Infrastruktur yang dimaksud antara lain, kondisi fisik stadion, mes pemain, serta lapangan tempat latihan. Finance meliputi sumber dana berikut pengelolaan keuangan. Aspek legal mengatur keabsahan sebuah klub secara hukum. Sedangkan aspek administrasi adalah kelengkapan kantor sebuah klub berikut personelnya. Sementara aspek terakhir yakni sporting adalah terkait pembinaan usia muda. "Nantinya masing-masing klub harus melakukan itu, bisa diawali dengan pembentukan tim U-21," lanjut Hendriyana.

Saat ini LPI tengah memfokuskan untuk verifikasi stadion, baik itu kualitas lapangan, penerangan hingga saluran irigasinya. Tiap klub nantinya harus menandatangani semacam memorandum of understanding (MoU) tentang ijin pemakaian stadion dengan pengelola atau pemilik, minimal satu tahun. "Perjanjian ini penting untuk mencegah terjadinya pembatalan pertandingan karena stadion dipakai untuk keperluan lain. Misalnya untuk menggelar pertandingan di luar LPI, atau pengelola lagi butuh untuk kegiatan di luar sepakbola," jelasnya. Kasus ini sempat dialami Bandung FC, Jakarta FC dan Batavia Union.

Sabtu, 26 Februari 2011

Invansi Bonek to Devata

Bonek to devata. Ribuan Bonek menyerbu pulau dewata saat Bali de vata menjamu Persebaya 1927, antusias kedua supporter sangat membuat hidup suasana stadion kapten Dhipta Gianyar, walaupun kondisi stadion yang kurang layang untuk menampung kedua supporter.

Saling jual beli nyanyianpun terdengar menggelegar di stadion, walaupun ada beberapa aksi provokatif dari oknum Aremania namun Bonek membuktikan telah dewasa dan patut dicontoh dengan tidak menghiraukan aksi tersebut.

Setelah pertandingan selesai Bonek langsung meninggalkan Gianyar untuk kembali ke kota Pahlawan, didalam perjalananpun tidak mengalami gangguan, karena memang jalur yang dilalui merupakan jalur dulur2 Bonek.

Terima kasih Bali de Vata, Aparat kepolisian dan warga Bali atas sambutannya. . . Arak Bali memang Muaaaantab.

Salam Satu Hati Satu Nyali. . . Wani. . .!!!

Jumat, 18 Februari 2011

Tour de Devata

Tour de Devata. Sabtu, 19-02-2011 Bonek akan meninggalkan kota pahlawan menuju stadion Kapten Dipta Gianyar Bali.

sekitar kurang lebih 20 Bus akan berangkat start Taman Apsari Surabaya menuju Bali, sebelumnya ratusan Bonek sudah berangkat menuju Bali dengan menumpang Kereta Api, Mobil & sepeda motor

Dari wilayah Rungkut dan sekitarnya juga akan memberangkatkan pasukannya dengan menggunakan fasilitas yang diberikan Pemkot. Jenderal Bonek sendiri memberangkatkan 20 pasukan yang dibagi menjadi 2 bagian, naik Bus dan mobil Pribadi, JeBe (Rungkut), VGS, Gunung Anyar, Medokan Sawah akan bergabung menjadi satu dalam satu Bus.

Joe Vgs sebagai kordinator pemberangkatan mengatakan telah berkordinasi dengan elemen yang ada di wilayah rungkut dan sekitarnya untuk memberangkatkan pasukannya menuju Bali, kuarng lebih 50 personil siap berangkat. kemungkinan kami berangkat sore hari menuju Taman Apsari untuk pemberangkatan menuju Bali dan tiap orang akan dikenakan biaya 50.000, itupun hanya untuk makan 3x, penyeberangan, & tiket masuk stadion.